Minggu, 08 Mei 2022

SEGA, Pengembang Game Jepang Jajaki NFT dan Metaverse


supportivedeserts
- SEGA, salah satu perusahaan pengembang game Jepang yang paling berpengaruh, telah memberikan rincian lebih lanjut tentang inisiatif proyek yang disebut "Super Game" dan bagaimana teknologi baru seperti NFT dan metaverse dapat dimasukkan di dalamnya. 

Perusahaan merinci kerangka "Game Super" mencakup serangkaian persyaratan yang harus dipenuhi oleh game di bawah filosofi baru ini.

Menurut sebuah wawancara yang dilakukan oleh VP eksekutif Sega, Shuji Utsumi, persyaratan yang harus dipenuhi oleh game-game ini adalah memiliki rilis multi-platform, pengembangan multi-bahasa global, rilis serentak di seluruh dunia, dan untuk dikembangkan sebagai judul AAA dengan anggaran besar.

Semua ini menunjukkan game-game ini sedang dikembangkan sebagai “blockbuster global.” Sega sebelumnya mengumumkan akan mempertimbangkan untuk menginvestasikan 100 miliar yen atau sekitar Rp 12,6 triliun agar inisiatif ini membuahkan hasil.

NFT dan Metaverse 

Eksekutif Sega tidak membatasi diri hanya untuk menjelaskan inisiatif baru ini dalam waktu dekat. Dalam wawancara tersebut, mereka juga mengacu pada masa depan perusahaan dan masa depan game secara keseluruhan. 

"Ini adalah perpanjangan alami untuk masa depan game yang akan diperluas untuk melibatkan area baru seperti cloud gaming dan NFT. Kami juga mengembangkan SuperGame dari sudut pandang seberapa jauh game yang berbeda dapat terhubung satu sama lain,” kata Produser Sega, Masayoshi Kikuchi, dikutip dari Bitcoin.com, Sabtu (7/5/2022). 

Sega telah mendaftarkan merek dagang "Sega NFT" di Jepang pada Desember 2021, meskipun mereka juga mengatakan dapat menghentikan eksperimen NFT di dalam perusahaan jika para gamer melihatnya hanya sebagai skema menghasilkan uang.

Namun, ini bukan ide baru, karena pengembang Jepang lainnya sudah menuju ke arah ini. Bandai Namco saat ini mengembangkan metaverse, dengan tema Gundam yang dikembangkan dalam rencana ini.

Nintendo Switch Jadi Konsol Terlaris

 


supportivedeserts - SEGA, salah satu perusahaan pengembang game Jepang yang paling berpengaruh, telah memberikan rincian lebih lanjut tentang inisiatif proyek yang disebut "Super Game" dan bagaimana teknologi baru seperti NFT dan metaverse dapat dimasukkan di dalamnya. 

Perusahaan merinci kerangka "Game Super" mencakup serangkaian persyaratan yang harus dipenuhi oleh game di bawah filosofi baru ini.

Menurut sebuah wawancara yang dilakukan oleh VP eksekutif Sega, Shuji Utsumi, persyaratan yang harus dipenuhi oleh game-game ini adalah memiliki rilis multi-platform, pengembangan multi-bahasa global, rilis serentak di seluruh dunia, dan untuk dikembangkan sebagai judul AAA dengan anggaran besar.

Semua ini menunjukkan game-game ini sedang dikembangkan sebagai “blockbuster global.” Sega sebelumnya mengumumkan akan mempertimbangkan untuk menginvestasikan 100 miliar yen atau sekitar Rp 12,6 triliun agar inisiatif ini membuahkan hasil.

NFT dan Metaverse 

Eksekutif Sega tidak membatasi diri hanya untuk menjelaskan inisiatif baru ini dalam waktu dekat. Dalam wawancara tersebut, mereka juga mengacu pada masa depan perusahaan dan masa depan game secara keseluruhan. 

"Ini adalah perpanjangan alami untuk masa depan game yang akan diperluas untuk melibatkan area baru seperti cloud gaming dan NFT. Kami juga mengembangkan SuperGame dari sudut pandang seberapa jauh game yang berbeda dapat terhubung satu sama lain,” kata Produser Sega, Masayoshi Kikuchi, dikutip dari Bitcoin.com, Sabtu (7/5/2022). 

Sega telah mendaftarkan merek dagang "Sega NFT" di Jepang pada Desember 2021, meskipun mereka juga mengatakan dapat menghentikan eksperimen NFT di dalam perusahaan jika para gamer melihatnya hanya sebagai skema menghasilkan uang.

Namun, ini bukan ide baru, karena pengembang Jepang lainnya sudah menuju ke arah ini. Bandai Namco saat ini mengembangkan metaverse, dengan tema Gundam yang dikembangkan dalam rencana ini.

Gagal Diberikan, Nintendo Wii Berlapis Emas untuk Ratu Elizabeth II Dilelang


supportivedeserts - Sebuah konsol Nintendo Wii langka yang berlapis emas 24 karat, dan dulu sempat ditujukan untuk diberikan ke Ratu Inggris Elizabeth II, beberapa waktu lalu dilepas ke pelelangan.

Dilaporkan Kotaku, konsol gim ini, seperti mengutip Engadget, Minggu (8/5/2022), dilelang oleh kolektor Belanda dan pemilik situs Consolevariations yang bernama Don.

Pada tahun 2009, Nintendo Wii berlapis emas ini awalnya diumumkan akan diberikan ke Ratu Elizabeth II, oleh pengembang gim yang saat ini sudah bangkrut yaitu THQ.

Hal ini bertujuan sebagai bagian dari promo untuk koleksi mini-game yang terlupakan yaitu Big Family Games.

"Keluarga Kerajaan bisa dibilang keluarga terpenting di negara ini, jadi kami merasa mereka harus punya salinan dari game baru ini," kata Danielle Robinson, Product Manager THQ saat itu, mengutip situs lelang Goldin.

"Tapi kami pikir Yang Mulia Ratu tidak ingin bermain di konsol lama mana pun, jadi yang emas ekstra-spesial diberikan. Kami berharap dia dan seluruh Keluarga Kerajaan menikmati permainan ini!" kata Robinson kala itu.

Namun, perangkat tersebut tak pernah sampai ke Istana Buckingham karena kebijakan hadiah yang sangat ketat.

Konsol Wii ini akhirnya kembali ke tangan THQ dan pada tahun 2017, seorang kolektor mendapatkannya dari kontak studio. Pemilik yang tidak diungkap identitasnya itu pun menjualnya kepada Don.